Jumat, 16 November 2018

Pak Rujali Dan Bajaj Tua



Pak rujali dan bajaj tua.

    Panggil saja dia pak rujali ahmad
tapi lebih akrab di sapa rujali sebuah nama yang begitu antik sama seperti bajaj tua miliknya, pak rujali sehari-hari bekerja sebagai supir bajaj atau motor roda tiga yang lebih mirip mobil mini yang suaranya jika melintas sama berisiknya dengan bencong yang memukul kaleng sambil bernyanyi, pak rujali tinggal di sebuah kota besar yang peradaban manusianya sudah melebihi batas, yang sama halnya seperti ember yang di isi air terus menerus sampai airnya tumpah-tumpah, pak rujali yang aslinya berasal dari kampung memilih menyambung hidup di kota sebagai supir bajai
    Awalnya pak rujali tidak pernah mengendarai bajaj namun setelah salah satu teman akrab pak rujali mengajari pak rujali mengendarai bajaj sebulan kemudian pak rujali pun mahir mengendarainya, dengan sisa uang yang di punya pak rujali saat itu.
    Pak rujali memulai langkahnya dengan membeli sebuah bajaj bekas milik teman dari temannya pak rujali dengan seharga 2 juta, hari itu pak rujali pun mulai bekerja sebagai supir bajaj di kota, dan salah satu hal yang memaksa pak rujali harus bekerja keras tidak lain adalah anak dan istrinya, istri pak rujali bernama bu mina yang ia kenal pada waktu muda dulu,
pak rujali pada saat itu bertemu di perantauan dan akhirnya menjalin hubungan hingga akhirnya pak rujali menikahi bu mina dan mempunyai seorang anak wanita bernama lia, kehidupan pak rujali di kota bisa di katakan berkecukupan, sebab pak rujali hanyalah seorang supir bajaj yang penghasilannya tidak seberapa tapi masih bisa menutupi untuk makan, di tambah anak pak rujali lia yang masih duduk di bangku sd kelas 4, sungguh sebuah tantangan tersendiri untuk pak rujali, setiap harinya sebelum pak rujali berangkat bekerja, jam 4 subuh pak rujali sudah bangun untuk terjaga sampai pukul 05:00 untuk menunaikan sholat subuh, dan setelah fajar terbit barulah pak rujali bersiap-siap berangkat bekerja, setiap harinya seperti itu, tidak ada kata bosan di dalam benak pak rujali karena pak rujali memang orang yang betul-betul bertanggung jawab terhadap keluarganya, terlebih lagi lia penyemangat pak rujali untuk terus bekerja, hari itu pak rujali pulang kerumah untuk makan siang dan bu mina istri pak rujali tau kalau suaminya tersebut akan pulang dibuatkannya telur ceplok dan sepiring nasi hangat untuk suaminya itu.
    "Assalamualaikum bapa' udah pulang" kata pak rujali yang baru pulang
bu mina menjawab "wa alaikum salam, eh bapa' sudah pulang" pak rujali pun berkata "ia bu' bapa' lapar mau makan siang dulu" dengan tidak basa basi lagi bu mina pun memanggil suaminya tersebut masuk ke area dapur lalu membuka tutup makanan, "wah ibu sudah masak yah" bu mina menjawab "ia pak tapi telur ceplok doang" dengan nada lembut pak rujali berkata "tidak apa-apa bu' yang penting bapa' kenyang" di makanlah nasi dan telur ceplok itu oleh pak rujali, dengan ibu mina yang sedikit mengintip di sela-sela tembok ia melihat suaminya dengan lahap memakan makanan itu.
   Hari ke dua pun seperti itu, telur ceplok dan nasi hangat, dengan bu mina mengintip lagi suaminya itu, bu mina pun melihat suaminya tersedak sambil memain-mainkan nasi di piringnya, bu mina tau betul suaminya itu bosan setiap harinya harus makan telur ceplok dan nasi, akhirnya bu mina pun bertekad bahwa ia harus memasak yang enak-enak untuk suami kesayangannya itu, dan sebenarnya bu mina memang hanya pintar memasak nasi dan telur ceplok
bu mina dengan tekad membara berkelana ke tetangganya dan berinisiatif untuk belajar memasak, 4 hari berlalu dengan ilmu memasak bu mina yang di dapat dari tetangganya akhirnya bu mina memasakkan suaminya itu berbagai macam hidangan, bu mina kembali mengintip di sela-sela tembok ia melihat senyum di bibir suaminya itu, akhirnya bu mina pun pandai memasak sampai sekarang ini, tanpa harus melihat suaminya tersiksa lagi dengan memakan telur ceplok lagi, mereka pun hidup bahagia di rumah kecil miliknya.

                 - TAMAT-

Senin, 12 November 2018

Saya





Tulisan ini sedikit menjelaskan diri saya.

    Banyak yang bertanya perihal mengetahui siapa saya? Namun pertanyaannya tertimbun di dalam hati susah keluar seperti kotoran yang mampet sehabis memakan sesuatu yang asing, berbicara tentang asing, mungkin kalian belum terlalu faham siapa diri saya, dan kenapa saya ada di dunia kalian, mungkin karena malu bertanya kalian sampai pusing harus bagaimana agar bisa membaca siapa saya sebenarnya, sebelumnya saya adalah segumpal mani yang hina, di kandung oleh seseorang wanita  yang saya sebut sebagai malaikat yang berwujud manusia, yah dia adalah ibu saya yang bernama murni, seorang wanita yang tulus mencintai saya tanpa pamrih, serta memelihara saya dari di suapi hingga bisa makan sendiri seperti sekarang ini.

     Saya lahir ke dunia pada tanggal 04-oktober-2000 di negara malaysia tepatnya, yah saya lahir di Malaysia di karenakan ayah dan ibu saya adalah perantau yang bertemu dan menjalin cinta hingga menikah di Malaysia, hingga umur 3 tahun lebih, katanya saya pulang ke Indonesia dan menetap sebagai warga kebangsaan Indonesia. Dulu waktu kecil katanya juga saya jarang minum asi dari ibu, kebanyakan minum susu saset, entah kenapa saya dulu lebih suka minum susu itu dibanding minum asi ibu saya, bahkan bukti bahwa betapa rakusnya saya terhadap susu saset terpajang rapi di atas jendela tua sampai-sampai ibu saya menaruh bungkusnya, jumlahnya sekitaran 50 bungkus tapi sekarang sudah hilang karena di bakar katanya menjadi sampah
dan juga ibu saya sering berkata kepada saya"susao iko bae' nak koro-koroakko nasaba' tempo nu maiccu' tala di imunisasi ko" Jika di artikan akan berbunyi seperti ini" susah kamu nak tidak emosional karena dulu waktu kecil tidak di imunisasi" katanya, saya juga kurang faham apa hubungannya saya tidak di imunisasi dan sifat saya yang kadang-kadang aga' stres tapi itulah ibu yang tahu tentang saya sebagai anaknya.

     Dulu juga pada waktu saya berumur 7 tahun kurang lebih, kepala saya pernah di jahit sebanyak 6 jahitan dan ini bukan ibu saya yang menceritakan melainkan ingatan saya sendiri, mengingat pada saat itu saya masih anak-anak yang hanya tau bermain dan bermain, akbar yah begitu saya memanggilnya, akbar sendiri adalah sahabat karib saya sekaligus sepupu saya, mulai dari dulu sampai sekarang ini yang dulunya suka bermain loncat karet sekarang hoby di motor, yang dulunya abstrak tentang cinta kini menjadi pakarnya. Hari itu di rumah tua milik nenek akbar dan juga nenek saya, kami berdua bermain mobil-mobilan di pinggir jalan depan rumah nenek kami, hari itu akbar baru saja di belikan sebuah mobil-mobilan oleh ibunya, kami asyik bermain hingga nenek akbar yang juga nenek saya, memanggil akbar untuk makan siang, akbar pun berlari untuk makan siang tanpa pamit terlebih dahulu, saya lanjut saja bermain hingga saya bosan menunggu akbar yang tak kunjung datang saya pun menyusul dengan mobil-mobilan yang tergeletak di pinggir jalan namun sialnya mobil-mobilan milik akbar terlindas oleh sebuah truk bermuatkan pasir, mobil-mobilan itu pun hancur seketika, namun akbar pada saat itu tau perihal mobil-mobilan miliknya telah hancur dan tidak bisa di mainkan lagi, saya berjalan ke arah dapur mencari akbar yang katanya ingin makan siang yang saya temui saat itu hanyalah sepiring nasi dan lauknya tanpa akbar yang duduk dan memakannya, setelah saya berjalan ke arah dapur yang lebih dalam lagi tiba-tiba saja akbar mengayunkan sebuah parang panjang yang tepat mengenai kepala saya, darah mulai menetes dan jatuh ke lantai saya terdiam beberapa saat lalu menangis sekuat-kuatnya, akbar lantas berkata "siapa suruhko rusakki mobil-mobilku" saya lanjut saja menangis sampai nenek senna datang dan memegang kepala saya yang berlumuran darah yang di akibatkan akbar, nenek senna pun lekas memanggil ibu saya dan akbar di sembunyikan di dalam kamar karena takut akan di ambil polisi, segera saya pun di bawa ke puskesmas terdekat untuk selanjutnya kepala saya di jahit,
kalian bisa membayangkan betapa polosnya kami pada saat itu sampai-sampai aku dan akbar bisa menciptakan suasana setegang itu, itulah saya di masa lalu penuh keasyikan tanpa kemunafikan, sampai pada saat sekarang saja ketika saya bertanya perihal kenapa akbar sampai tega menebas kepala saya, akbar hanya ketawa terbahak-bahak.

     Fakta lain tentang saya adalah ketika mulai menginjak bangku SMA kelas 2 saya mulai jatuh cinta pada alam
mulai dari gunung, danau, lembah, air terjun, sungai, sampai pantai. Semuanya saya suka, bukti kecintaan saya tersimpan rapih di instagram milik saya @muhmmdhdyt jangan lupa follow, awalnya saya tidak begitu tertarik dengan kehidupan di alam liar namun setelah hati yang sedikit hancur oleh seorang anak manusia dan dengan sedikit cerita-cerita sahabat saya mengenai keindahan alam saya pun terpancing untuk mengenal lebih dekat apa itu petualangan hingga akhirnya saya berakhir menjadi seseorang yang bisa di katakan sulit untuk tidak berpetualang dan kembali pulang.

    Saya jatuh cinta dengan keunikan yang ada setiap tempat yang saya hampiri baik itu desa serta masyarakat yang ramah sampai dengan budaya dan kesehariannya, di alam juga saya belajar banyak hal mulai dari ketahanan fisik yang harus naik satu level lebih tinggi hingga topeng-topeng tersenyum yang di pakai para sahabat saya, dan jika bisa selama arwah saya masih bersahabat dengan raga, saya akan tetap berjalan menyusuri jejak-jejak yang sejiwa dengan saya.

     Dan untuk cinta yang mungkin semua manusia miliki termasuk saya sebagai manusia biasa, saya memiliki banyak cinta, jangan cemburu yah bu' saya yang GR, maksud saya memiliki cinta yang banyak adalah saya mencintai orang tua saya, saudara kandung saya, saudara tidak sedarah saya, serta semua orang-orang yang menyayangi saya. Dan sedikit yang saya bisa sampaikan ada banyak hal lain namun ada baiknya tetap berada di sana, terima kasih.

                                 - TAMAT-