Pak rujali dan bajaj tua.
Panggil saja dia pak rujali ahmad
tapi lebih akrab di sapa rujali sebuah nama yang begitu antik sama seperti bajaj tua miliknya, pak rujali sehari-hari bekerja sebagai supir bajaj atau motor roda tiga yang lebih mirip mobil mini yang suaranya jika melintas sama berisiknya dengan bencong yang memukul kaleng sambil bernyanyi, pak rujali tinggal di sebuah kota besar yang peradaban manusianya sudah melebihi batas, yang sama halnya seperti ember yang di isi air terus menerus sampai airnya tumpah-tumpah, pak rujali yang aslinya berasal dari kampung memilih menyambung hidup di kota sebagai supir bajai
Awalnya pak rujali tidak pernah mengendarai bajaj namun setelah salah satu teman akrab pak rujali mengajari pak rujali mengendarai bajaj sebulan kemudian pak rujali pun mahir mengendarainya, dengan sisa uang yang di punya pak rujali saat itu.
Pak rujali memulai langkahnya dengan membeli sebuah bajaj bekas milik teman dari temannya pak rujali dengan seharga 2 juta, hari itu pak rujali pun mulai bekerja sebagai supir bajaj di kota, dan salah satu hal yang memaksa pak rujali harus bekerja keras tidak lain adalah anak dan istrinya, istri pak rujali bernama bu mina yang ia kenal pada waktu muda dulu,
pak rujali pada saat itu bertemu di perantauan dan akhirnya menjalin hubungan hingga akhirnya pak rujali menikahi bu mina dan mempunyai seorang anak wanita bernama lia, kehidupan pak rujali di kota bisa di katakan berkecukupan, sebab pak rujali hanyalah seorang supir bajaj yang penghasilannya tidak seberapa tapi masih bisa menutupi untuk makan, di tambah anak pak rujali lia yang masih duduk di bangku sd kelas 4, sungguh sebuah tantangan tersendiri untuk pak rujali, setiap harinya sebelum pak rujali berangkat bekerja, jam 4 subuh pak rujali sudah bangun untuk terjaga sampai pukul 05:00 untuk menunaikan sholat subuh, dan setelah fajar terbit barulah pak rujali bersiap-siap berangkat bekerja, setiap harinya seperti itu, tidak ada kata bosan di dalam benak pak rujali karena pak rujali memang orang yang betul-betul bertanggung jawab terhadap keluarganya, terlebih lagi lia penyemangat pak rujali untuk terus bekerja, hari itu pak rujali pulang kerumah untuk makan siang dan bu mina istri pak rujali tau kalau suaminya tersebut akan pulang dibuatkannya telur ceplok dan sepiring nasi hangat untuk suaminya itu.
"Assalamualaikum bapa' udah pulang" kata pak rujali yang baru pulang
bu mina menjawab "wa alaikum salam, eh bapa' sudah pulang" pak rujali pun berkata "ia bu' bapa' lapar mau makan siang dulu" dengan tidak basa basi lagi bu mina pun memanggil suaminya tersebut masuk ke area dapur lalu membuka tutup makanan, "wah ibu sudah masak yah" bu mina menjawab "ia pak tapi telur ceplok doang" dengan nada lembut pak rujali berkata "tidak apa-apa bu' yang penting bapa' kenyang" di makanlah nasi dan telur ceplok itu oleh pak rujali, dengan ibu mina yang sedikit mengintip di sela-sela tembok ia melihat suaminya dengan lahap memakan makanan itu.
Hari ke dua pun seperti itu, telur ceplok dan nasi hangat, dengan bu mina mengintip lagi suaminya itu, bu mina pun melihat suaminya tersedak sambil memain-mainkan nasi di piringnya, bu mina tau betul suaminya itu bosan setiap harinya harus makan telur ceplok dan nasi, akhirnya bu mina pun bertekad bahwa ia harus memasak yang enak-enak untuk suami kesayangannya itu, dan sebenarnya bu mina memang hanya pintar memasak nasi dan telur ceplok
bu mina dengan tekad membara berkelana ke tetangganya dan berinisiatif untuk belajar memasak, 4 hari berlalu dengan ilmu memasak bu mina yang di dapat dari tetangganya akhirnya bu mina memasakkan suaminya itu berbagai macam hidangan, bu mina kembali mengintip di sela-sela tembok ia melihat senyum di bibir suaminya itu, akhirnya bu mina pun pandai memasak sampai sekarang ini, tanpa harus melihat suaminya tersiksa lagi dengan memakan telur ceplok lagi, mereka pun hidup bahagia di rumah kecil miliknya.
- TAMAT-

