Malam cukup kental menghitam serupa dengan kopi milik rujali dan mali, malam-malam di laluinya dengan nongkrong di warung kopi Bu Tejo, asap rokok kedua sahabat itu membumbung tinggi di langit-langit warung itu, sesekali jali menyeruput kopi hitam miliknya, sambil bercanda dengan sahabatnya mali, hingga membuat warung itu seolah-olah di dalamnya ada banyak orang sedangkan di sana hanya ada rujali, mali, dan Bu Tejo.
"Setiap malam kalian ke sini untuk minum kopi tapi utang kalian juga semakin menumpuk bisa bangkrut saya lama-lama"
"Ah bu tejo tenang saja, nanti kalo saya dan mali sudah bekerja dan punya uang pasti saya akan bayar lebih ke Bu Tejo yang cantik ini, iya kan Mali"
"Benar itu Bu Tejo, pasti nanti kami akan bayar, lagian kalo bukan kami yang membuat ramai warung ini lalu siapa lagi"
"Buat apa ramai kalau orang yang nongkrong seperti kalian, ingat utang tetap lah utang harus di bayar yah"
"Siap Bu Tejo"
Malam sudah mengantuk di tandai bulan yang kian meninggi, namun rujali dan mali belum lagi mengantuk. Bu Tejo melihat jam dinding milik nya, dan waktu sudah menunjukkan pukul 11 : 25 malam.
"Hei jali, mali kalian pulanglah ini sudah larut malam, saya sudah mau tutup warung"
"Sebentar lagi bu' saya dan mali lagi asik berbincang ini"
"Tapi saya sudah mau tutup warung ini saya mau tidur, sudah ngantuk"
"Yasudah bu' kami pulang"
Kemudian rujali dan mali pun beranjak dari tempat nya duduk dengan wajah yang seolah jengkel karena di usir oleh Bu Tejo.
"Bu Tejo bayarnya besok yah"
"Sama Bu saya juga"
"Ah kalian ini tiap malam seperti itu, sudah hafal saya"
Sekali lagi warung yang sepi di tengah malam itu seketika kembali berisik oleh suara tawa rujali dan Mali.
"Ya sudah Bu saya dan mali duluan"
"iya hati-hati di jalan kalian"
Tampak dari kejauhan Bu Tejo yang tengah menutup warung kecil miliknya
semakin jauh langkah kaki rujali dan Mali meninggalkan warung Bu tejo, lalu yang tersisa hanya cahaya lampu warung Bu Tejo.
"Mali kalau nanti aku sukses dan sudah punya banyak uang aku akan membayar semua utangku ke Bu Tejo"
"Aku juga jali, Bu Tejo itu orang nya sangat baik, setiap hari kita ngutang tapi tidak pernah dia marah dan menuntut lebih ke kita"
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 : 35 malam, rujali dan mali belum lagi mengantuk, mereka berjalan di bawah rembulan dan tepat di samping nya sungai yang aliran airnya begitu tenang, kemudian mereka berdua singgah dan duduk pada sebuah batu.
"Mali kapan kau terakhir kali tidur dengan cepat"
"Dulu waktu masih sekolah yah jam tidur ku sekitar jam 8 dan sudah di katakan begadang kalo sampai jam 9, kalo kamu sendiri?"
"Yah sama aku juga seperti itu, semenjak lulus sekolah jam tidur ku sudah tidak teratur, apalagi sekarang nganggur, tidur malam susah bangun pagi juga susah, kadang aku tidurnya jam 4 subuh terus bangun nya jam 5 sore, stres aku mali mikirin kehidupan ini"
"Begitu juga aku jali, tidak bisa tidur cepat apalagi kalo sudah minum kopi Bu tejo hahaha"
Waktu terus berjalan, kopi Bu Tejo benar-benar membuat rujali dan Mali menjadi terjaga, waktu kemudian menunjukkan pukul 01 : 42 pagi rujali dan mali belum lagi beranjak dari tempat nya duduk, sekarang mereka berdua sambil tiduran di atas batu itu, melihat bulan yang terang serta suara aliran sungai seolah mengajak mereka berdua untuk hanyut di dalam nya, jangkrik seolah menjelmah bagai biola alam, membuat rujali dan Mali seperti sedang berada pada negeri dongeng, malam itu mereka berdua sayup dalam tenang nya malam.
"Mali apakah kau sudah tidur?"
"Belum jali, aku tidak bisa tidur kalau ada cahaya, tolong matikan lampunya"
"Maksud mu bulan yang di atas kita ini"
"Hahahaha iya kau bisa kan jali"
"Seperti nya kau sudah ngawur mali mana bisa aku matikan cahaya bulan, kecuali aku adalah tuhan"
"Jali apakah ibu mu tidak mencari mu?"
"Ibu ku tahu aku dimana jadi dia tidak pernah mencari ku"
"Warung Bu Tejo hahahaha"
"Iya hahahaha"
Kembali pagi yang sayup itu menjadi riuh oleh suara tawa rujali dan mali, mereka berdua benar-benar melupakan waktu, dan sekarang sudah pukul 02 : 00 pagi.
"Mali aku rindu bisa tidur tepat waktu, andai aku bisa tidur di bawah jam 9 mungkin aku akan sangat senang"
"Hahahaha bagaimana bisa jali sedangkan kita setiap malam minum kopi"
"Oh iya rokok mu sudah habis belum li?"
"Oh iya yah, aku sampai lupa tunggu sebentar"
Lalu Mali merogoh kantong celananya, ada 2 batang rokok yang tersisa di dalam kantong celana milik nya.
"Masih ada jali, sisa dua batang, ini satu untuk mu dan satu lagi untuk ku"
"Mana koreknya?"
"Ini biar aku bakarkan punyamu hahaha"
"Seperti bos saja aku ini yah"
Kemudian mereka terbangun lalu duduk sambil menghisap rokok, asap nya membumbung perlahan seolah akan menyatu dengan awan-awan yang berada di atas kepala mereka, suara kretek bara rokok rujali dan mali berteman jangkrik di pagi yang masih buta itu, sekarang pukul 03 : 00 pagi, suhu semakin dingin dan rokok mereka berdua menjadi penghangat nya.
"Rokok ini memang nikmat yah mali"
"Iya jali apalagi di tempat dan suhu yang dingin seperti ini, seolah rokok dan suasana sudah lama akrab sama seperti kita berdua"
"Hahahaha kata-kata mu sudah seperti seorang sastrawan saja mali"
"Hahahah amin"
Rokok mereka pun habis lalu mereka berdua berdiri sambil menepuk bokong dan belakang badan mereka untuk membersihkan debu yang melekat lalu suara ayam berkokok pertanda sebentar lagi pagi akan terbangun.
"Kau dengar itu mali, suara ayam berkokok sebentar lagi akan pagi dan kita masih belum mengantuk"
"Benar-benar kopi Bu Tejo memang paling mantap sampai kita lupa waktu begini"
Mereka berdua kemudian berjalan meninggalkan tempat mereka berbincang dari tadi, menyisir jalan yang remang-remang itu, sampai lah Mali di depan rumah nya, kemudian melambai kepada rujali.
"Duluan yah jali, hati-hati di jalan"
"Iya mali, sampai ketemu besok maksudnya malam hahahaha"
"gila kau jali, yasudah lah"
Kemudian hanya tersisa rujali seorang diri berjalan menapaki jalan yang mengarah ke rumahnya, rujali tiba di rumahnya pada pukul 04 : 26 pagi, di temuinya ibunya sedang mencuci piring.
"Baru pulang kau jali, begadang terus kau setiap hari"
"Iya bu, biasa nongkrong di warung Bu Tejo sama mali, oh iya Bu jali besok minta uang yah buat bayar utang jali di warung Bu tejo"
"Sudah tidak kerja, begadang terus, ngutang lagi, mau jadi apa kau ini jali"
"Tenang saja Bu nanti kalau jali sudah Sukses dan punya banyak uang pasti jali akan membahagiakan ibu dan bapak"
"Ya sudah sebentar kalau bapak mu sudah bangun ibu minta uang untuk mu"
"Makasih bu, yasudah jali mau masuk kamar, mau tidur"
Sambil geleng-geleng ibu rujali melihat jali anaknya berjalan memasuki kamarnya, dan jali kemudian menutup pintu kamar dan merebahkan badannya, sambil mengatai dirinya sendiri, "jali kau ini seperti hewan nokturnal saja yang mencari makan di malam hari dan tidur di pagi hari" kemudian rujali tertidur dengan sangat pulas, lemas usai begadang dengan mali, mali pun sama hal nya dia juga tertidur pulas, kafein pada kopi buatan Bu Tejo tidak lagi mampu membuat rujali dan Mali terjaga, mereka berdua tertidur pulas pada pagi yang sebentar lagi sempurna. Waktu menunjukkan pukul 06 : 00 pagi bapak rujali sudah bangun dan rujali mulai bermimpi dalam tidur nya.
"Pagi bu, rujali pulang jam berapa yah?"
"Biasa pak begadang lagi, pulang nya jam setengah 5 tadi subuh"
"Anak itu mau jadi apa yah Bu"
"Entah lah pak, oh iya dia tadi minta uang ke ibu tapi tidak bilang jumlah nya berapa"
"Untuk apa dia minta uang"
"Kata nya mau bayar utang kopi nya di warung Bu tejo"
"Anak itu benar-benar yah Bu"
"Yasudah lah pak, nanti juga dia akan sadar sendiri kalau sudah tiba waktu nya"
Pagi itu ibu dan bapak rujali membahas tentang rujali, tidak lupa bapak rujali memberi uang ke ibu rujali, sebelum akhir nya bapak rujali berangkat untuk bekerja.
"Ya sudah Bu bapak jalan dulu"
"Iya pak hati-hati di jalan"
Rujali ter tidur pulas di kamar nya
dan waktu sekarang menunjuk kan pukul 04 : 56 sore, rujali ter sentak oleh suara motor milik bapak nya yang pulang dari bekerja, rujali kemudian terbangun dan melihat jam dinding pada kamar nya.
"Sudah sore ternyata waktunya bangun"
Lalu rujali berjalan keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka nya, di dapati nya ibu dan bapak nya di ruang tengah.
"Baru bangun kau jali"
"Iya pak, habis begadang tadi malam, soalnya susah tidur"
"Kau itu setiap malam begadang dan merokok benar-benar hidup yang tidak sehat, apalagi kamu katanya sering mengutang di warung kopi milik Bu Tejo"
"Yah kan namanya juga anak muda pak mau bagaimana lagi, nanti juga rujali berubah"
"yah bapak cuma bisa menasehati kau jali semoga bisa benar-benar berubah"
"iya pak, rujali usahakan"
Tidak ada yang berubah pada hidup rujali setiap malam rujali keluar bersama Mali dan pulang subuh lagi dan lagi, hingga akhirnya rujali terserang penyakit akibat pola hidup nya yang tidak sehat selama ini, setelah rujali di larikan ke rumah sakit dan di rawat selama beberapa minggu, rujali akhirnya menghembuskan napas terakhirnya akibat penyakit yang di derita nya, orang tua rujali, Mali, dan Bu tejo, sangat bersedih dengan kematian rujali, sekarang rujali tidak akan begadang lagi, dan tidak akan sulit lagi untuk tidur, rujali akan tidur panjang dalam peristirahatan terakhir nya.