Rabu, 26 Agustus 2020

Bebas.








Berbicara tentang bebas semua manusia pasti ingin bebas.
bebas dari segala hal yang bersifat menahan dan bebas sendiri jika di artikan ke dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI) adalah lepas sama sekali, tidak terhalang, dapat bergerak, berbicara, dan leluasa dalam segala hal.

Kurang lebih seperti itulah makna kata bebas dalam penjelasan secara umum, namun secara pribadi terdapat orang-orang yang beranggapan lain mengenai kata bebas, ada yang mengartikan bebas jika masih hidup dan bernafas, ada juga yang berkata bebas itu jika kita telah mati, dan ada juga yang beranggapan bebas itu bisa berjalan dan berlari, dan ada juga yang berkata bebas itu bisa pergi kemanapun, makan apapun, dan membeli apapun. Dan masih banyak jenis bebas-bebas yang lainnya.

Dan bebas menurut saya pribadi itu tidak ada dan mungkin tidak akan pernah ada, mengapa demikian? Sebab bebas menurut saya itu hanya sebatas kata dan tidak lebih, terkadang orang berkata "aku adalah manusia paling bebas yang ada di muka bumi" sebab memiliki segala sesuatu yang di inginkan meliputi harta, jabatan dan lainnya. Sampai melupakan makna dari kata bebas itu sendiri. Seseorang makan dan hidup hasil dari bekerja, dan bahkan pencuri saja harus mencuri jika ingin mendapatkan yang di inginkan, dan jika mereka tertangkap mereka akan di penjara, lalu makna kata bebas akan semakin jauh dari sini. 

Orang-orang selalu mendeklarasikan dirinya sebagai manusia bebas, namun mereka masih terikat dengan hal-hal yang menyimpang dari kata bebas
bebas namun terikat dengan pekerjaan, bebas namun terikat dengan agama,
bebas namun terikat oleh undang-undang negara, bebas namun masih membayar pajak, bebas namun membayar ketika belanja di toko, bebas namun jika mencuri akan di tangkap polisi, dan masih banyak lagi bebas-bebas lainnya, dan mungkin jika bebas itu ada, hanya akan menimbulkan perang, lalu bebas itu seperti apa, bebas menurut saya hanyalah sebatas kata penenang agar bumi dapat tenang
Bebas adalah apa yang kita syukuri sebab kebebasan adalah jalan yang tidak berujung.

Kamis, 25 Juni 2020

Tuhan Dimana?

    
    Tidak ada yang tidak mungkin kecuali menjadi tuhan, mungkin sebagian orang atau seluruhnya membenarkan hal itu, namun segelintir orang berkata lain. Seorang pemuda tengah berjalan menyusuri gang kota, kumuh, dan kotor di temuinya satu keluarga bapak, ibu dan anak kecil, mereka semua kelaparan, pemuda itu lalu bergegas menuju supermarket untuk membeli sembako untuk keluarga itu, beras, mie instan, roti, susu, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, serta membeli makanan siap santap sebanyak lima porsi untuk keluarga itu, lalu kembali ke tempat keluarga kecil itu  dengan sekantong makanan di tangan kiri dan kanannya, tampak wajah keluarga itu benar-benar membuat siapapun manusia yang melihatnya merasa iba kecuali iblis mungkin, mereka semua bersujud di hadapan pemuda itu, menangis, bersyukur atas apa yang di berikannya, lalu anak itu bertanya kepada bapak nya,
"bapak apakah dia tuhan?"
"iya nak dia tuhan, tuhan yang nyata" 
pemuda itu membenarkan, tidak adik kecil, juga bapak, saya hanya manusia biasa saya hanya sedang berjalan-jalan saja, dan tidak sengaja melihat kalian semua yang tengah tertidur di tempat ini.
tidak nak kau adalah tuhan yang nyata untuk kami, kami sudah tidak makan sejak tiga hari yang lalu, dan mungkin saja besok kami semua akan mati karena kelaparan, namun engkau datang, kau tuhan untuk kami, kau memberi kehidupan untuk kami semua nak, dengan wajah memelas tampak air mata bercucuran, bapak itu bersujud dan mencium kaki pemuda itu, pun dengan istri dan anak-anaknya, kembali pemuda itu berkata, sambil mengangkat badan bapak itu, sungguh saya bukan tuhan, saya hanya manusia biasa sama seperti kalian, tuhan sebenarnya ada di dalam hati kita, bapak itu memotong, iya dan mungkin juga tuhan itu sekarang menyamar di hadapan kami, pemuda itu lalu berkata, saya bukan tuhan dan tidak pantas di tuhankan, saya hanya ingin berbuat baik supaya tuhan yang sebenarnya melihat saya, dan mungkin suatu hari saya akan bernasib sama seperti bapak, saya hanyalah utusan yang di utus Tuhan untuk bertemu dengan bapak, terimakasih nak, terimakasih, semoga tuhan yang kau maksud senantiasa memberikan kebahagiaan untuk dirimu, pemuda itu mengangguk dan meminta diri untuk pamit, lalu berjalan meninggalkan keluarga itu, semakin jauh ke arah Utara kota, terdengar suara bapak itu dari kejauhan, terimakasih tuhan.
pemuda itu tersenyum, dalam hati berkata sungguh miris negeriku ini bahkan masih ada orang yang tidak tahu makna dari Tuhan itu apa.

tamat.

Jumat, 19 Juni 2020

Mimpi Buruk

       
    
    Malam itu roy baru saja pulang dari tempat nya bekerja, dan tengah menunggu mobil angkutan umum lewat, sama seperti malam-malam biasanya kota yang mulai sayup-sayup dari kebisingan ramai, waktu menunjukkan pukul 11:04 malam di lihatnya arloji yang melingkar di tangannya.

"sudah jam segini biasanya angkotnya sudah lewat tapi ini belum juga muncul"

dilihatnya lagi arloji miliknya yang tampak usam itu, roy adalah seorang buruh pabrik di salah satu perusahaan yang dari dulu memang naik angkot ketika pergi dan pulang dari bekerja. dengan wajah yang mulai kusut serta keringat yang bercucuran di dahinya, roy semakin gelisah menunggu angkot yang juga tidak kunjung datang. tidak lama kemudian tampak dari kejauhan cahaya lampu angkot menyoroti wajah roy, angkot tua dengan warna biru, serta kepulan asap yang tampak ingin melahap cahaya lampu jalan.

"akhirnya datang juga tiket pulang ku"

angkot berhenti tepat di halte pemberhentian dimana roy sedari tadi menunggu, dengan suara mesin yang bergemuruh berisik tidak terarah, roy
melangkah ke arah angkot, menaikkan kaki kanannya dan melihat ke dalam angkot, beberapa penumpang, hanya ada tiga orang, dua orang adalah pria dan satunya lagi adalah seorang wanita, roy melihat satu-persatu wajah dari penumpang itu dua pria itu berdekatan dan wanita duduk di bangku yang lain, roy duduk di sebelah wanita itu, tanpa aba-aba mobil angkot berjalan perlahan meninggalkan halte itu, semakin jauh hingga yang tersisa hanya sedikit cahaya lampu dari halte itu, roy kembali melihat arloji miliknya sekarang pukul 11:20 malam.

"pak jalan semangka nomor 04 yah"
"saya turun di situ saja"

roy memberi tahu sopir angkot itu untuk memberhentikannya di alamat itu, tanpa jawaban apa-apa sopir itu tidak menyahut, roy melihat ke arah kaca spion depan dilihatnya wajah pak sopir pucat seperti mayat, dalam hati roy berkata

"kenapa dari tadi tidak ada yang menyahutku terlebih lagi pak sopir yang biasanya ramah"

dari awal roy naik ke angkot itu semua orang wajahnya datar, seperti sedang marah

"mba' mau kemana?"

wanita itu juga tidak menyahut wajahnya juga pucat sama seperti pak sopir pun dengan dua pria yang ada di depannya itu, kembali roy melihat arloji miliknya kini waktu menunjukkan pukul 11:25 malam, sambil bersandar pada bagian belakang angkot roy akhirnya tertidur lalu akhirnya tersadar dengan suara anjing yang menggonggong, angkot yang mengankutnya itu sudah pergi entah kemana, dengan wajah setengah sadar roy terbangun dan melihat sekelilingnya hanya ada kuburan.

"hah ini aku dimana, kenapa aku berada di sini"

dengan nada lantang roy berteriak sejadi-jadinya angkot yang seharusnya membawanya pulang ke rumah, malah membawanya ke kuburan, tiba-tiba saja wajah roy seketika basah ternyata hanya sedang bermimpi dan yang menyiramnya adalah ibunya sendiri

"ternyata aku sedang bermimpi"

"iya kamu bermimpi dan sangat berisik"

di raihnya arloji miliknya waktu menunjukkan pukul 05:00 subuh, bergegas roy bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi

"sepertinya itu adalah teguran untukku sebab akhir-akhir ini aku sudah jarang sholat lagi"

di raihnya gayung yang ada pada ember itu lalu berwudhu dan bersiap untuk sholat subuh

"tumben kamu sholat biasanya molor"

"iya bu' tadi kebangun, sekalian sholat saja"

dari kejadian itu roy mulai rajin sholat lagi, mimpi itu telah membuatnya takut dan tersadar.

TAMAT.

Selasa, 24 Maret 2020

Kembali Kering






"kembali kering"

Air menetes ujung benang 
basahi lantai kian menggenang 
tampak roman kembali mengenang

belum lagi kering 
sisa perjalanan semalam
mencuci noda enggan hilang 
memberi wangi hilang bau

menjemur harap kering sitak
mengisi kosong hingga penuh 
mulai langkah bukan keluh

tiba tampuk kubur nelangsa 
kembali pulang temui cerah

Bulukumba, 24-03-2020