"Lima menit setelah kapal berlabuh"
Hari itu adalah hari keberangkatanku dari Celebes "Sulawesi" menuju Borneo "Kalimantan" semua barang kumasukkan kedalam daypack milikku, selepas magrib mobil pun tiba untuk menjemput, di antara gelapnya malam kala itu ada tangis yang bersembunyi pura-pura tegar dengan keberangkatan, nenek mencium pipi kiri dan kanan ku, aku mendengar isak tangis di antaranya, adik perempuanku menjamah tanganku dan menciumnya pun dengan adik laki-lakiku, selanjutnya aku memeluk ibuku tak jauh beda dengan nenek, ibuku juga bersuara tangis sesak dan pura-pura tegar, malam itu rasanya aku dan keluarga akan berpisah selamanya walaupun aku tahu bahwa jika umur panjang kita akan kembali bersua, bulan terimakasi malam itu aku terlihat kuat walau sebenarnya ada tangis yang terbelenggu, aku naik ke mobil hanya ada aku dan pak sopir, aku menoleh ke arah keluargaku aku menandai satu persatu wajah mereka, selamat tinggal pun tiba mobil berjalan membelah lorong ke arah jalan poros dan melaju di jalan raya, sampai jumpa lagi desaku.
Mobil melaju ke arah yang lain, menjemput penumpang yang sudah menunggu di rumah masing-masing, satu persatu penumpang di jemput, tak jauh beda denganku, disana juga ada rasa haru akan kepergian keluarga yang mereka sayangi namun apa boleh buat di setiap pertemuan pasti selalu ada perpisahan, setelah semua penumpang di jemput, aku pun tertidur lelap pada pukul lima subuh aku tiba di kota Pare-Pare, matahari pagi telah sedari tadi menunggu kedatanganku, ada banyak bukit namun tidak terlalu tinggi.
Pagi pun telah utuh, matahari kian meninggi di angkasa, aku melihat aktivitas manusia disana, ada ibu-ibu yang mengantarkan anaknya ke sekolah, ada pak polisi yang sedang berjaga, juga ada kakek-kakek yang sedang membaca koran dan minum kopi di teras rumahnya, pagi hari yah dimana semua aktivitas di mulai. Aku pun tiba di rumah pak sopir, selanjutnya aku bersiap mandi lalu makan, dan tidur sejenak dan sebangun aku dari tidur, sore pun tiba, aku dan penumpang lainnya di antar ke pelabuhan untuk selanjutnya menyebrang ku pulau Borneo atau Kalimantan, tiket sudah aku kantongi dengan mengucap "Bismillahi Rahmani Rahim" aku melangkahkan kaki ke atas kapal yang akan membawaku ke Borneo, setelah semua penumpang naik dan mendapatkan tempat tidurnya masing-masing, kapal pun berangkat dan tampak anak kecil di suruh oleh ABK kapal untuk melepas tali pengait kapal, jangkar di angkat, perlahan kapal berlayar sedikit demi sedikit pulau Sulawesi semakin buram dan akhirnya menghilang dari pandangan, yang ada hanya lautan lepas serta senja yang mengiringi keberangkatan kami semua, sungguh indah sore itu, angin membelai rambutku, perasaan yang sangat damai, kapal semakin melaju membelah ombak yang tampak ganas, matahari tenggelam aku pun masuk ke dalam kamar untuk makan malam lalu tidur, satu hari dua malam aku berlayar di tengah lautan, akhirnya aku pun tiba di pelabuhan Nunukan, buru bantu mulai berisik menawarkan tenaga mereka untuk mengangkut barang bawaan penumpang beruntungnya aku hanya membawa daypak, aku pun melangkah keluar dan menginjakkan kaki di pulau ini, pulau Kalimantan aku tiba, selang beberapa saat menunggu di pelabuhan akhirnya sanak keluarga datang menjemput dengan menggunakan mobil angkutan umum yang mereka sewa, mobil menggerus jalan raya yang sedikit berlubang setelah cukup lama berkendara di jalan aku pun akhirnya tiba di tempat bapak tinggal.
Tamat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar