Malam itu roy baru saja pulang dari tempat nya bekerja, dan tengah menunggu mobil angkutan umum lewat, sama seperti malam-malam biasanya kota yang mulai sayup-sayup dari kebisingan ramai, waktu menunjukkan pukul 11:04 malam di lihatnya arloji yang melingkar di tangannya.
"sudah jam segini biasanya angkotnya sudah lewat tapi ini belum juga muncul"
dilihatnya lagi arloji miliknya yang tampak usam itu, roy adalah seorang buruh pabrik di salah satu perusahaan yang dari dulu memang naik angkot ketika pergi dan pulang dari bekerja. dengan wajah yang mulai kusut serta keringat yang bercucuran di dahinya, roy semakin gelisah menunggu angkot yang juga tidak kunjung datang. tidak lama kemudian tampak dari kejauhan cahaya lampu angkot menyoroti wajah roy, angkot tua dengan warna biru, serta kepulan asap yang tampak ingin melahap cahaya lampu jalan.
"akhirnya datang juga tiket pulang ku"
angkot berhenti tepat di halte pemberhentian dimana roy sedari tadi menunggu, dengan suara mesin yang bergemuruh berisik tidak terarah, roy
melangkah ke arah angkot, menaikkan kaki kanannya dan melihat ke dalam angkot, beberapa penumpang, hanya ada tiga orang, dua orang adalah pria dan satunya lagi adalah seorang wanita, roy melihat satu-persatu wajah dari penumpang itu dua pria itu berdekatan dan wanita duduk di bangku yang lain, roy duduk di sebelah wanita itu, tanpa aba-aba mobil angkot berjalan perlahan meninggalkan halte itu, semakin jauh hingga yang tersisa hanya sedikit cahaya lampu dari halte itu, roy kembali melihat arloji miliknya sekarang pukul 11:20 malam.
"pak jalan semangka nomor 04 yah"
"saya turun di situ saja"
roy memberi tahu sopir angkot itu untuk memberhentikannya di alamat itu, tanpa jawaban apa-apa sopir itu tidak menyahut, roy melihat ke arah kaca spion depan dilihatnya wajah pak sopir pucat seperti mayat, dalam hati roy berkata
"kenapa dari tadi tidak ada yang menyahutku terlebih lagi pak sopir yang biasanya ramah"
dari awal roy naik ke angkot itu semua orang wajahnya datar, seperti sedang marah
"mba' mau kemana?"
wanita itu juga tidak menyahut wajahnya juga pucat sama seperti pak sopir pun dengan dua pria yang ada di depannya itu, kembali roy melihat arloji miliknya kini waktu menunjukkan pukul 11:25 malam, sambil bersandar pada bagian belakang angkot roy akhirnya tertidur lalu akhirnya tersadar dengan suara anjing yang menggonggong, angkot yang mengankutnya itu sudah pergi entah kemana, dengan wajah setengah sadar roy terbangun dan melihat sekelilingnya hanya ada kuburan.
"hah ini aku dimana, kenapa aku berada di sini"
dengan nada lantang roy berteriak sejadi-jadinya angkot yang seharusnya membawanya pulang ke rumah, malah membawanya ke kuburan, tiba-tiba saja wajah roy seketika basah ternyata hanya sedang bermimpi dan yang menyiramnya adalah ibunya sendiri
"ternyata aku sedang bermimpi"
"iya kamu bermimpi dan sangat berisik"
di raihnya arloji miliknya waktu menunjukkan pukul 05:00 subuh, bergegas roy bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi
"sepertinya itu adalah teguran untukku sebab akhir-akhir ini aku sudah jarang sholat lagi"
di raihnya gayung yang ada pada ember itu lalu berwudhu dan bersiap untuk sholat subuh
"tumben kamu sholat biasanya molor"
"iya bu' tadi kebangun, sekalian sholat saja"
dari kejadian itu roy mulai rajin sholat lagi, mimpi itu telah membuatnya takut dan tersadar.
TAMAT.
TAMAT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar